Tak terasa waktu
begitu cepat berlalu, 20 april 1990 mungkin menjadi hari yang sangat bersejarah
dalam keluargaku. Itulah hari kelahiranku, hari dimana aku bisa menangis
pertama kali, mendengar suara merdunya adzan yang dikumandangkan oleh bapakku, merasakan
kehidupan dunia yang sangat sarat akan perjuangan. Sangat ironis memang kalau mendengar
cerita kehidupanku kecil, sakit silih berganti menghampiri aku dan ibuku. Hingga
suatu saat waktu aku berumur 2 tahun ibuku telah pulang menghadap Alloh SWT,
cerita mbah putri kepadaku.
Singkat cerita
aku diasuh oleh keluarga dari ibuku (Mbah Putri) karena bapakku memlih
kehidupan bersama istri barunya. Akupun tumbuh dengan kasih sayang seorang mbah
putri yang sangat luar biasa, mbah yang sekaligus menjadi figure ibu/ayah
bagiku. Selama 21 tahun beliau mengasuhku dan mendidiku dengan keadaan yang
serba pas-pasan. Aku banyak belajar dari beliau, dari bagaimana semangatnya
beliau mengajariku tentang arti sebuah perjuangan dan tanggung jawab. Beliau orang
yang tak kenal menyerah, orang yang tak mudah putus asa, pekerja keras demi
memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia tidak mau kalau aku sampai putus sekolah,